Hubungan Lemak dengan Penyakit Jantung

Hubungan Lemak dengan Penyakit Jantung -  Kandungan lemak berlebih terutama di dalam tubuh selalu dihubung-hubungkan dengan penyakit jantung. Penyakit jantung ini timbul karena ada penyempitan atau sumbatan pada arteri koroner maupun cabang-cabangnya, baik oleh akumulasi lemak dalam darah maupun oleh bekuan darah yang menutup lumen arteri tersebut,  sehingga arteri tidak dapat melakukan tugasnya untuk menyuplai darah ke organ target yang diperdarahinya. Jika darah tidak bisa disuplai, maka akan terjadi ketidakseimbangan proses metabolisme di dalam tubuh. Salah satunya adalah penyakit jantung.



Penyebab penyakit jantung sebetulnya bisa bermacam-macam. Ada penyebab yang kaitannya dengan lemak, non lemak dan hal-hal yang tak terkendali di luar keduanya.  Penyebab penyakit jantung yang ada kaitanya dengan lemak adalah hyperlipidemia, hyperkolesterolimia dan hypertrigeliseridemia. Faktor resiko terkena penyakit jantung yang tidak berhubungan dengan lemak adalah merokok, tekanan darah tinggi, kegemukan, kurang olahraga dan stres. Sedangkan faktor lain-lain yang menjadi penyebab penyakit jantung dan tidak dapat dikendalikan adalah keturunan, bertambahnya umur, jenis kelamin, ras / suku bangsa dan lain-lain.

Sehingga, Dr. Aseem Malhotra mengatakan bahwa pernyataan ada kaitannya antara lemak dengan penyakit jantung merupakan mitos yang terlalu dilebih-lebihkan. Karena menurut dia, ada faktor lain yang diabaikan yang bisa menyebabkan penyakit jantung seperti asupan gula. Disamping itu belum ada data ilmiah yang akurat tentang keterkaitan keduanya. Selain itu, beberapa penelitian menyatakan bahwa menurunkan kolesterol dengan obat-obatan, belum terbukti menurunkan resiko penyakit jantung. Begitu juga, penelitian tentang diet dan penyakit, menemukan bahwa masih bisa dikonsumsinya lemak jenuh dalam batas tertentu.



Tag : Kesehatan
Back To Top