Zat Yang Terkandung di Dalam ASI

Zat Yang Terkandung di Dalam ASI - ASI atau Air Susu Ibu, merupakan sumber makanan paling utama bagi bayi atau anak kita, terutama ketika usianya belum mencapai 2 tahun. Banyak di antara ibu yang mengerti dan merasa wajib memberikan ASI-nya kepada sang anak demi pertumbuhan buah hatinya. Namun tidak sedikit pula para ibu yang tidak mau memberikan ASI mereka kepada si buah hati dengan alasan yang kurang masuk akal, seperti takut payudaranya kendor gak lagi disayang suami lah, rasa sakit jika disedot sang bayi dan berbagai tumpukan alasan lainnya. Padahal sebetulnya, justru kalau ASI si ibu subur dan tidak dikeluarkan, maka akan kurang baik juga bagi kesehatan si ibu.

Tuhan sengaja menciptakan bayi dengan makanannya berupa ASI, tentu saja bukan kebetulan tapi sudah rekyasa Tuhan. Kandungan yang terdapat di dalam ASI ini, tidak bisa sebanding dan tak akan ada yang sama jika hendak diganti dengan susu formula terbaik dan termahal pun di alam jagat raya ini.  Nah, dengan demikian, ASI merupakan makanan spesial yang diberikan kepada Tuhan yang mesti ibu-ibu manfaatkan dan patut disyukuri.

ASI yang keluar dari si ibu, ternyata  mengandung berbagai zat atau nutrisi yang angat penting bagi tubuh si bayi. Jadi janganlah bayi-bayi kita dikorbankan tanpa menikmati kandungan gizi yang begitu tinggi itu. Apa saja zat yang terkandung di dalam ASI itu ?




Hidrat arang
Zat hidrat arang dalam ASI biasanya dalam bentuk laktosa yang jumlahnya akan berubah-ubah setiap hari tergantung kebutuhan tumbuh kembang bayi. Produk dari laktosa adalah galaktosa dan glukosamin. Galaktosa merupakan nutrisi vital untuk pertumbuhan jaringan otak dan juga merupakan kebutuhan nutrisi medulla spinalis, yaitu untuk pembentukan mielin (selaput pembungkus sel saraf). Laktosa sangat diperlukan untuk pertumbuhan juga merupakan sumber kalori bagi serabut saraf otak. Laktosa meningkatkan penyerapan kalsium fosfor dan magnesium yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang, terutama pada masa bayi untuk proses pertumbuhan gigi dan perkembangan tulang.

Vitamin
ASI mengandung vitamin yang lengkap. Vitamin cukup untuk 6 bulan sehingga tidak perlu ditambah kecuali vitamin K karena bayi baru lahir ususnya belum mampu membentuk vitamin K. Oleh karena itu, perlu tambahan vitamin K pada hari pertama, ketiga dan ketujuh. Vitamin K1 dapat diberikan oral.

Protein
Protein ASI merupakan bahan baku untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Protein ASI sangat cocok karena unsur protein di dalamnya hampir seluruhnya terserap oleh sistem pencernaan bayi. Hal ini disebabkan karena protein ASI merupakan kelompok protein whey. Kelompok whey merupakan protein yang sangat halus, lembut, dan mudah dicerna. Sedangkan komposisi protein yang ada dalam Air Susu Sapi  adalah kelompok kasein yang kasar, bergumpal, dan sangat sukar dicerna oleh usus bayi.

Mineral
ASI mengandung mineral yang lengkap, walaupun kadarnya relatif rendah, tetapi cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan. Zat besi dan kalsium di dalam ASI merupakan mineral yang sangat stabil dan jumlahnya tidak dipengaruhi oleh diet ibu. Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin, bagian dari sel-sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, zat besi pun esensial untuk tumbuh-kembang otak bayi. Zat besi yang terkandung dalam ASI juga mudah diserap. Selain zat besi, ada juga fluor yang membantu membentuk gigi yang kuat dan mencegah gigi berlubang di kelak.

Lemak
Lemak ASI berubah kadarnya setiap kali diisap oleh bayi yang terjadi secara otomatis. Komposisi lemak pada lima menit pertama isapan akan berbeda pada 10 menit kemudian. Kadar lemak pada hari pertama berbeda dengan hari kedua dan akan berubah menurut perkembangan bayi dan kebutuhan energi yang dibutuhkan bayi. Selain jumlahnya yang mencukupi, jenis lemak yang dalam ASI mengandung lemak rantai panjang yang merupakan lemak kebutuhan sel jaringan otak dan sangat mudah dicerna serta mempunyai jumlah yang cukup tinggi. Dalam bentuk Omega 3, Omega 6, DHA dan Acachidonid acid merupakan komponen penting untuk mielinasi. Lemak selain diperlukan dalam jumlah sedikit sebagai energi, juga digunakan oleh otak untuk membuat mielin, sedangkan myelin merupakan zat yang mengelilingi sel saraf otak dan akson agar tidak mudah rusak bila terkena rangsangan.  Asam linoleat yang terkandung juga akan memacu perkembangan sel saraf otak bayi seoptimal mungkin dan dapat mencegah terjadinya rangsangan kejang.
Tag : ASI
Back To Top