Sifat Nabi Adam


Ada banyak sifat Nabi Adam yang mesti kita teladani. Sebelumnya kita mesti tahu dulu sedikit bagaimana kisah Nabi Adam sehingga kita bisa meneladini sifat beliau. Seperti kita ketahui bahwa Nabi Adam dan Siti Hawa mula-mula tinggal di tempat yang disediakan oleh Allah yakni surganya Nabi Adam dan Siti Hawa.

Jadi surga di sini berbeda dengan surganya alam akhirat, sebab surganya alam akhirat belum diisi oleh siapa pun, sebab yang pertama masuk surganya Allah adalah umat Nabi Muhammad baru kemudian disusul oleh umat Nabi lainnya yang beriman kepada Allah.

Di surga Nabi Adam itu, Allah membebaskan apa pun makanan dan minuman yang dia mau, kecuali buah khuldi yang dilarang oleh Allah untuk mendekatinya. Namun karena iblis dan keturunannya pada waktu itu sudah berjanji akan menggelincirkan Nabi Adam dan keturunannya, maka iblis merayu Siti Hawa agar Nabi Adam mengambilkan buah khuldi buat dirinya.

Tentu saja karena sifat fitrah manusia yang suka lawan jenisnya, Nabi Adam yang cinta kepada istrinya melanggar larangan Allah dengan mengambilkan buah khuldi tersebut. Seketika, ketika buah dipetik, semua pakaian yang dipakai keduanya terbuka sehingga nampaklah aurat keduanya, lalu mereka mencari daun-daun dan bersembunyi di balik pohon untuk menutupi auratnya, akibat melanggar aturan Allah.

Lalu apa saja ibroh dari kisah tersebut dan apa saja sifat Nabi Adam dan Siti Hawa yang mesti kita jadikan pelajaran ? 

Siti Hawa adalah istri yang setia dan sabar. Dia menemani Nabi Adam sejak dia diciptakan oleh Allah untuk bersama selamanya. Tetapi kesetiaan dan kesabaran Siti Hawa goyah ketika iblis menggoda dia untuk memakan buah kuldi. Malahan Siti Hawa pun marah kepada Nabi Adam karena tidak ingin mencoba buah kuldi seperti dia.

Pelajaranya adalah semua istri di dunia ini sebaiknya tetap patuh pada suami mereka. Jika suami mengatakan 'tidak', maka jangan berdebat dengannya karena sesuatu yang buruk akan terjadi. Hal itu terbukti, Siti Hawa termakan oleh bujuk rayu iblis sehingga dia dikirim ke bumi secara terpisah dari Nabi Adam.

Sifat Nabi Adam juga bisa dijadikan pelajaran. Ada tiga godaan bagi pria, yaitu harta, takhta, dan wanita. Nabi Adam seperti fitrah laki-laki nantinya, ia terpapar godaan wanita, padahal Siti Hawa bukan wanita lain, tetapi istrinya sendiri.

Dia bahkan menentang larangan Allah untuk tidak memakan kuldi hanya karena dia tidak ingin melihat istrinya marah. Jelas ini adalah langkah yang salah ketika mengambil tindakan untuk tidak menyakiti orang lain, tetapi sebenarnya berdosa kepada Allah SWT.

Murka Allah setelah melihat Nabi Adam dan Hawa melakukan sesuatu yang terlarang, membuat Allah menghukum keduanya, dengan secara terpisah diturunkan ke bumi. Dan disinilah tempat pertobatan Nasuha. Nabi Adam untuk kembali kepada Allah agar diampuni dari segala dosanya dan ingin dipersatukan kembali dengan Hawa. Siti Hawa pun melakukan hal yang sama. 

Lalu Allah SWT meningkatkan derajat keduanya setelah menerima pertobatannya. Hal ini mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh mengeluh dan menyalahkan segalanya jika ada ujian dari Allah, karena itu akan menjadi tanda bahwa derajat kita akan dinaikkan oleh Allah SWT.

Sehingga entah setelah berapa lama, mereka dipertemukan kembali di sebuah tempat yang sekarang dinamakan Kota Jeddah di Mekkah, tepatnya di puncak Jabal Rahmah. Itulah kenapa kota ini dinamakan Jeddah, dimabil dari kata bahasa Arab "Jadda" artinya kakek, tempat dimana Nabi Adan dan Hawa yang menjadi cikal bakal manusia di bumi bertemu kembali estelah diturunkan dari langit.

Sifat Nabi Adam
Beberapa sifat Nabi Adam yang mesti kita teladani adalah :
- penyayang terhadap keluarganya
- sabar dan tidak mengeluh ketika diusir dari surganya
- tidak menyalahkan setan atau orang lain atas kesalahn dirinya
- tidak dendam kepada iblis dan setan seperti halnya mereka dengki kepada Nabi Adam
- tangguh untuk menemukan Siti Hawa
- beriman kepada Allah
- bertaubat jika melakukan kesalahan
- bijak dalam menjodohkan anaknya

Sumber :

Tag : Islam
Back To Top