Perbedaan Waktu Indonesia dengan Greenwich


Setelah kemarin Saya membahas perbedaan waktu Indonesia Mekkah, tiba saatnya membahas perbedaan waktu Indonesia dengan Greenwich. Namun sebelumnya Saya akan bahas dulu perihal letak geografi Indonesia dan Greenwich.

Berdasarkan letak garis bujurnya, wilayah Indonesia terletak diantara 95º BT dan 141º BT. Dengan demikian batas paling barat wilayah Indonesia adalah pada titik 95º BT dan paling timur berada pada titik 141º BT. Dengan demikian jarak bujurnya adalah 46º atau sekitar 5000 km dan ini sama dengan 1/8 keliling bumi. Adanya perbedaan garis bujur itulah yang menyebabkan adanya perbedaan waktu. Yang perlu diketahui pula bahwa semua wilayah Indonesia terletak dibelahan bumi timur.

Dengan alasan itulah, maka mengakibatkan terjadinya perbedaan waktu sekitar 3 jam atau lebih tepatnya 184 menit antara bagian paling timur dengan bagian paling barat Indonesia. Sejak tanggal 1 Januari 1988 di Indonesia diberlakukan pembagian daerah waktu menjadi 3 bagian yaitu :
- Waktu Indonesia Barat (WIB).
- Waktu Indonesia Tengah (WITA).
- Waktu Indonesia Timur (WIT).

Waktu Indonesia Bagian Barat yang meliputi pulau Sumatera, pulau Jawa, Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kalimantan Tengah, mempunyai perbedaan waktu 7 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.

Waktu Indonesia Tengah (WITA) yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara dan pulau Sulawesi, mempunyai perbedaan waktu 8 jam lebih awal daripada Greenwich.

Sedangkan Waktu Indonesia Timur (WIT) yang meliputi pulau Irian dan  Maluku mempunyai perbedaan waktu 9 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.

Misalnya, jika di Jakarta pukul 7 pagi, maka di Greenwich tepat pukul 24 atau pukul 0. Jika di Greenwich pukul 7 pagi berarti di Jakarta pukul 14 siang, di Jayapura pukul 16 sore dan di Kuta pukul 15.

Tentunya mengetahui perbedaan waktu antara Indonesia dengan Grenwich dan sekitarnya menjadi berarti apabila kita akan bepergian ke Eropa sekedar menonton Liga Inggris misalnya, atau mau telepon sama Ratu Elizabeth. Kan tidak sopan nelpon sama Ratu pukul 7 pagi di Jakarta, soalnya Sang Ratu lagi enak-enaknya mimpi makan sate Madura di istananya.

Saya kira Saya nggak perlu kasih contoh lain, karena pasti sudah bisa dimengerti ke mana arahnya, soalnya kalau Saya lanjutkan malah akan tambah parah Saya nulis, nambah ngaco, maklum saat nulis ini sudah tengah malam. Dah dulu, yang penting jumlah kata yang Saya tulis sudah lebih dari 300-an. Lha emangnya kenapa harus lebih dari 300 ? Ya biar kelihatan panjang saja, biar kelihatan penting saja, biar kelihatan artikelnya sangat urgent, padahal tidak.

Makasih buat pembaca yang telah sudi membaca artikel ini walaupun isinya kagak jelas banget, tapi dengan membacanya sampai bagian sini berarti Anda telah memberikan penghargaan yang luar biasa pada Saya sehingga Saya cukup tersanjung juga.


Back To Top